#cincongbacotcahrakmutu

blog ini hanya diperuntukkan bagi semua orang yang gak takut cacimaki, yang brani gila, brani mbacot, bagi yang merasa waras dilarang membaca

KAMU IDOLA, AKU JADI FANSNYA

Nyenengin banget kalo lagi baca kisah hidup orang-orang sukses, selain nambah semangat bisa juga jadi bahan inspirasi. Yang paling penting bikin khayalan jadi makin tinggi, hahaa...

HAYALAN, salah satu kebiasaan yang sampai sekarang belum bisa kuhilangkan adalah berkhayal, dengan semua impian yang ku punya. Menyenangkan hidup dalam khayalan, tapi semakin lama jadi menakutkan, karena aku tak bisa menerima kenyataan yang ada, bahwa aku belum melakukan apapun dengan semua impianku itu. Why?

Kalau menyimak cerita yang ada, rasanya begitu mudahnya orang-orang itu bahagia. Mendapatkan apa yang mereka inginkan dan melakukan apa pun yang mereka mau tanpa beban. Secara kasat mata, itu lah yang kurasakan mengenai mereka. Pergi dari satu tempat ke tempat lain tanpa takut ada yang mengintai. Seolah begitu nikmatnya hidup yang mereka lalui. Seperti kisah yang kusimak hari ini tentang Melanie Subono, nama yang tiba-tiba hadir di siang bolong, sosok idola yang sama sekali tidak kukenal, atau Dian "Tutoo" teman baru yang hanya aku tahu namanya dan segelintir kisah hidupnya yang kudengar dari orang-orang, dan masih banyak lagi cerita lain yang tidak kuketahui tentang orang-orang sukses di luar sana, bagaimana perjuangan mereka untuk sampai di puncak. Mendadak mereka memenuhi pikiranku hari ini. Ya, hari ini.

Betapa aku begitu pengecut untuk melangkah maju. Betapa aku begitu takut melakukan perubahan. Betapa aku begitu lemah berperang dengan diriku dan keadaanku, juga kelemahan dan kekuranganku. Ah, tidak, aku hanya belum tahu caranya untuk terbang tinggi!

Bagaimana bisa aku terbang jika keluargaku enggan menjadi sayapku? Bagaimana mungkin aku melangkah jika kakiku penuh belenggu masa lalu? Suport, itulah yang kubutuhkan, dan sampai sekarang belum ketemukan.

Aku yakin, mereka bisa seperti itu karena 60% suport, 20% usaha, dan 20% doa. Selama ada suport pasti akan ada usaha, juga doa yang menyertai. Kalo dari awal hanya ada caci maki, jelas semangat mengendur dan usaha juga akan berkurang, doa juga gak berarti, karena Tuhan jadi tempat pelampiasan kemarahan juga kekecewaan.

Andai aku bisa seperti mereka...andai...andai...

Semakin banyak pengandaian yang muncul, semakin kabur kenyataan yang mungkin akan sulit dihadapi. Padahal jika mengingat-ingat arti keluarga adalah orang-orang yang dekat dengan kita, yang secara otomatis memberi kita perhatian dan cinta. Itu artinya bukan hanya keluarga kandung, tapi sahabat teman, atau bahkan orang yang hanya sekedar lewat dalam hidup kita.

So, mungkin kita harus memperbanyak pertemanan, memperbanyak persaudaraan dengan orang lain. Sebut saja idola. Ya, kita harus punya idola. Seseorang yang bisa kita jadikan panutan yang baik, paling tidak memberi efek positif dalam diri, mengembangkan semangat, memberi inspirasi untuk maju.

Siapa tahu di antara kita lahir Melanie-Melanie baru.
Well, Indonesia juga butuh pemimpin-pemimpin hebat tuk membangun bangsa.

Siap untuk maju?

Cilacap, . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar